Kamis, 19 Juni 2008

So Far to ZT TV Cell Phone


CECT Iphone clones are getting more and more popular on the
internet. They are P168, Hiphone and some other models you can name. Somehow
not many people know about ZT Cell phone, which is another Chinese cell phone
brand. ZT is a leading domestic manufacturer of mobile handsets in China. The
ZT TV Cell phone has many decent features, it comes with all common features
a normal cell phone have. Normally the ZT cell phones are bigger than the CECT
Iphone clones, and their appearance is not that attractive, but the functions
are very useful. The ZT TV Cell phone I am writing is 3.5 inch, touch screen
control, multimedia playback, camera, dual SIM card, Bluetooth, video recording,
surround sounds speaker, and of course the TV function. This TV phone is not
a one button cell phone like Iphone, it has keypad, so it's widely accepted
by most customers, especially if you like to text with keypad. Besides, this
cell phone has the tilt technology when playing video, it changes the video
from landscape to portrait according to your views.
Here are the features for ZT TV Cell phone.
Specifications :
-- GSM: Dual band phone support 900/1800 HZ
-- Languages : 9 languages supported, English, France, Spanish,
Portuguese, Bahasa Melayu, Bahasa Indonesia, Thai, Russian, Vietnamese and Arabic.

-- TV Function: Supported with built-in antenna
-- Dimension: 104 x62 x 17mm
-- Net weight: 113g
-- Display: 3.5 inch 16:0 large screen display touch control.

-- Camera: Built-in Camera, CMOS, 1.3 Mega pixels (4 x Digital
Zoom)
-- Multimedia: MP3/MP4 supported, Bluetooth 2.0, WAP, MMS,
video recording.
-- Talk time: 3 hours (continuously). -- Standby time: 120
hours.
-- Tilt technology: Video changed from portrait to landscape
according to your view.

Using VoIP, WHY NOT?

The voice over IP or Internet telephony solutions have become very popular in these early years of the 21st century. With its two main benefits in terms of cost advantages and simplicity, this technology is opening up new horizons in the telecommunications industry. The companies, big or small, have entered the field of internet telephony for reaping significant profits- more so when compared to the PSTN services.

Think you already know what this subject is all about? Chances are that you don?t, but by the end of this article you will!

distant from this, there are other many reasons for switching over to VoIP services such as:

1.expense helpful business: With the adoption of these services, the users can preclude significant amounts of their money on monthly phone bills. As a material of actuality, by dipping traditional phone services altogether, the users can preclude around 40 to 60 percent each month on their phone bills.

2.Affordable long reserve business: The users can have making stingy long reserve calls as well as stingy international calls. This is because the internet telephony answers are based on the sachet switching skill where calls are routed over the internet. distinct PSTN service, the calls are not exciting according to the reserves.

The second half of this article will help you to extend upon what you have learned in the first half.

3.Unified communication: In this later answer, the users can disclose the figures, record, imagery as well as passage with near and prized ones. The internet telephony answers offer a unified communication with others as the sachet switching skill is worn.

4.Free work skin: The VoIP calls guarantee that the users are able to have a expansive brand of free business skin. distinct PSTN services, in the internet telephony answers, the users can have survey added business skin such as voice parcels, caller ID, call conferencing, call waiting and call forwarding.

5.Convenience: distant from the survey-added skin, the present that the VoIP users can have the most is the convenience of making stingy long reserve calls. They can bear the VoIP phones along with them lacking incurring any additional cares, regardless of geographical locality.

6.Mobility: distinct PSTN services, the users can opt for the IP services from wherever in the world, as internet is worn for transmitting the calls instead of coaxial wires. With a high-swiftness internet connection and the VoIP phone adapter, the users can make and accept VoIP calls from any locality at any time at no additional care.

To conclude, the benefits and skin are chastely reliant leading the service offerr. So, range of a offerr requires great caution. Moreover, the call termination contributes in increasing the efficiency of the entities departing in for this change. At the same time, it lowers down on the monthly phone bills, improves productivity, guarantees brilliant voice feature and does away with latency.

The next time someone asks you about this topic, you can give a little smile and provide them an informative answer.

Selasa, 17 Juni 2008

MENGENAL PAYPAL

Kalau anda ingin terjun ke dunia internet marketing, apalagi kalau berhubungan dengan partner dari seluruh dunia, sebaiknya anda tahu yang satu ini: paypal. Paypal merupakan sarana pembayaran internasional yang dikeluarkan oleh eBay. Dengan layanan ini, anda bisa melakukan pembayaran dan penjualan dengan lebih dari 150 negara di dunia. Dengan layanan ini juga, transaksi internasional akan lebih mudah, bandingkan dengan kalau memakai cek?

Kabar gembira, paypal sekarang terbuka untuk Indonesia. Beberapa waktu lalu, karena kejahatan carding, Indonesia menjadi negara yang di blackList oleh paypal, tidak bisa menarik dana, withdraw, hanya bisa mengirim.

Kabar gembira lagi, untuk bisa mempuinyai account paypal yang terverifikasi, kita tak harus memiliki kartu kredit, verifikasi bisa mebggunakan kartu ATM. Menurut pengalaman teman-teman, kartu ATM Indonesia yang bisa digunakan untuk verifikasi adalah yang dari Bank Niaga. Namun lebih baik memang menggunakan credit card, karena lebih terpercaya.

Bagaimana untuk mendaftar paypal? Kunjungi saja website resmi paypal. Untuk anggota baru anda akan diberi account type personal. Dengan account personal, anda sudah bisa melakukan transaksi transfer atau tarik dana dengan maksimal besarnya 100 USD sebanyak 6 kali setahun.

Tersedia pilihan jenis account yang lain, yaitu premiere dan bussines. Untuk mempunyai account jenis ini, anda harus punya credit card untuk verivikasi. Khabarnya, bisa bisa juga menggunakan kartu debet (ATM) dari bank niaga. Setelah melakukan proses verivikasi, kita akan mendapatkan nomor yang nanti harus dimasukkan ke verivikasi paypal. Nomor ini bisa didapatkan pada laporan bulanan kartu kredit. Nomor ini mungkin juga untuk meyakinkan paypal, bahwa kita pemilik kartu kredit yang dijadikan jaminan.

Setelah account terverivikasi, kita bisa meng-upgrade-nya ke type premiere atau business. Keuntungannya? Kita bisa menarik dana sampai 500 USD per hari, tak terbatas. Saran juga untuk orang Indonesia, yang mempunyai nama satu saja, upgrade ke type business, masukkan nama anda sebagi business name.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mendaftar paypal:

Penulisan nama harus benar, jangan menggunakan nama asal-asalan seperti email. Paypal menggunakan nama depan dan nama belakang. Isikan nama anda sesuai KTP. Nama ini yang akan kita gunakan untuk menarik dana, yang akan dicocokkan dengan nama di rekening bank.

Untuk yang tidak punya nama belakang, seperti saya, ini agak rumit. Pengalaman saya, bank akan menolak transasksi paypal yang berbeda nama dengan nama di rekening bank. Menurut pendapat teman-teman, boleh menggunakan nama yang diulang, atau kalau anda punya title, masukkan title anda. Kalau tidak, gunakan nama depan dan nama belakang dengan nama anda. Setelah bisa verivikasi, upgrade ke type business. Type business tersedia bussiness name, hanya satu nama, bisa kita isikan dengan nama kita.

Senin, 16 Juni 2008

new generation


communication tool will rise in the XXI century, Where is your cell phone at the moment? Stop; don’t trouble yourself searching for it, why search your phone when you need it? Perhaps that’s what you have been doing all the while. Numerous phones have hit the stands, with avant garde technological advancements, yet this Handphone concept, with GSM - UMTS, is one that surely surpasses them all. This device designed to have it to hand and allow you to call using a natural gesture, features voice control for activation and dial memorized numbers. The fingers of the hand make the right size for it, as the microphone can be put very near the mouth and the speaker almost inside the ear to facilitate communication in the most nosiest of spaces aswell. It is easy to wear the handphone owing to its simple design that uses elastic string, which can be rolled around the middle finger and the wrist. Wearing the phone could be normal and trouble-free just like wearing a watch, ring or bracelet. And for the sheer reason of trend – the fashionistas can find elastic string in different colors, none would like missing this futuristic jewel, therefore check out more pictures after the jump.

Senin, 02 Juni 2008

PILKADA DKI: DARI CALON INDEPENDEN KE DEPARPOLISASI

Ditengah maraknya pembahasan tentang RUU Paket Politik yang meliputi RUU Pemilu Legislatif, RUU Pemilu Presiden, RUU Susduk, dan RUU Partai Politik di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan makin ‘panas’nya nuansa kampanye calon gubernur DKI yang diramaikan oleh dua kandidat an sich. Serta semakin kencangnya arus wacana pembaruan sistem Demokrasi di Indonesia. Angin segar berhembus dari Mahkamah Konstitusi (MK) tentang diperbolehkannya calon perseorangan/independent maju sebagai calon kepala daerah melalui judicial review utamanya pasal 59 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 32/2004.
Menata sistem politik dan tata negara memang bukan perkara yang mudah. Setelah beranjak lebih dari delapan tahun kejatuhan orde baru, reformasi masih menyisahkan problematika ketatanegaraan yang kompleks. perangkat dan pilar-pilar demokrasipun menjadi bagian paling fundamental dalam menata arah dan laju kebangkitan era baru bagi terciptanya sistem politik yang efektif, supremasi hukum yang berwibawa, dengan tetap menjunjung tinggi budaya nusantara dan tidak mengabaikan arus kebebasan yang sedang menggejala di seluruh dunia.
Sebagai bagian dari pilar demokrasi, partai politik mempunyai posisi yang strategis dalam proses pembangunan bangsa menuju ruang yang sarat dengan partisipasi publik. Meski demikian, dinamika partai politik senantiasa naik turun. Terutama jika dihadapkan pada persepsi masyarakat. Jajak pendapat yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan bahwa sebanyak 87% warga DKI menginginkan calon independen. Secara tidak langsung ini mengisyaratkan bahwa akhir-akhir ini masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap partai politik.

Pilkada DKI dan Hakikat Demokrasi
Pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta akan dilaksanakan pada 8 Agustus 2007, meski demikian sejatinya pertarungan itu sudah dimulai sejak lama. Menariknya dari sekian banyak partai politik hanya ada dua kandidat. Adang Daradjatun-Dani Anwar didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Fauzi Bowo-Prijanto disokong 20 Partai Politik yang tergabung dalam Koalisi Jakarta. Jumlah penduduk Jakarta yang melebihi angka lima juta jiwa harus menelan pil pahit dengan suguhan hanya dua kandidat saja. Lantas kemana arah gerbong demokratisasi di Jakarta berjalan. Disadari atau tidak, pilkada DKI telah dan akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Masalah itu bisa berbentuk penolakan hasil pilkada, mencuatnya kembali tidak diakomodirnya para calon independent, dan instabilitas pemerintahan.
Pasca penentuan pemenang pilkada nanti, dapat dibayangkan betapa arus kekecewaan massa yang kalah baik pendukung pasangan Adang Daradjatun maupun Fauzi Bowo bisa berujung ‘sengketa’ berkepanjangan. Baik sengketa hukum, politik, dan -semoga tidak- sengketa fisik. Karena kalau mau jujur, potensi tersebut sebenarnya sudah ada semenjak ‘perang’ spanduk menjadi alat kampanye yang selain tidak efektif juga menyesatkan. Terbukti spanduk hanya menjadi alat sosialisasi figur dalam bentuk foto dan hampir tidak ada yang mengusung visi, misi, dan atau solusi real atas berbagai problematika Jakarta. Dan bahkan akhir-akhir ini mulai banyak ditemui spanduk ‘panas’ yang mengedepankan black campaign dan character assasinasion ketimbang mendidik warga dengan mengajukan program real pasca terpilih sebagai gubernur. Pendidikan politik baru ditemui mulai senin malam (30 Juli) dengan program menguji sang kandidat yang disiarkan secara langsung oleh metroTV atas inisiasi dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR).
Disinilah ujian bagi warga Jakarta untuk mengedepankan aspek rasionalitas dalam berdemokrasi. Memilih pemimpin bukan perkara mudah, jika salah menentukan pilihan taruhannya lima tahun kedepan warga DKI akan kehilangan fungsinya sebagai subjek pembangunan. Menurut David Held (Models of Democracy: 1987) orang seharusnya bebas dan setara dalam menentukan kondisi kehidupannya yaitu dalam hal mendapatkan hak (dan karena itu kewajiban yang sama) dalam suatu kerangka pikir yang menghasilkan dan membatasi peluang yang tersedia untuk mereka. Artinya bahwa kebebasan seseorang selain hak dasar untuk dapat memilih juga pada saat yang sama setiap warga Negara berhak untuk mendapatkan hak untuk dipilih sebagai pemimpin. Kerangka ini mengharuskan Negara melindungi hak dasar warga Negara sebagai subjek pembangunan. MK telah melaksanakan fungsi ini dengan membolehkan calon perorangan maju sebagai kandidat. Demokrasi tidak tumbuh dari hal yang sifatnya simbolik melainkan cukup jauh masuk dalam area substantif yang mengedepankan partisipasi publik, efektifitas pemerintahan, keadilan, kemakmuran, dan kebebasan yang bertanggung jawab.

Momentum Konsolidasi Partai Politik
Mac Iver dalam karyanya The Modern State menulis bahwa Negara mempunyai fungsi perlindungan (protection), yang berarti bahwa Negara mempunyai kewajiban untuk melindungi rakyat yang lemah dari yang kuat. Keadaan ketika partai politik tidak linier dengan fungsinya sebagai lembaga satu-satunya yang berhak untuk mengusung calon kepala daerah memungkinkan terjadinya kasus ‘transaksi beli tiket’ dan tentu ongkos yang harus dibayar oleh calon kandidat tidaklah murah. Bersatunya 20 parpol juga indikasi tidak sehatnya sistem kompetisi pilkada. mandegnya kaderisasi juga menjadi hal yang harus dibenahi partai politik. Kandidat yang bersaing di Pilkada DKI, terbukti calon Gubernurnya bukan dari partai politik. Bahkan PKS sebagai partai pemenang pemilu di DKI hanya menjagokan kadernya sebagai calon wakil gubernur.
Jika demikian adanya, partai politik dituntut untuk menguatkan peran dan fungsinya sebagai lembaga demokrasi yang kuat, mendapat kepercayaan publik yang tinggi, menjadi rumah aspirasi bagi masyarakat, menjalankan fungsi kaderisasi kepemimpinan bangsa, dan mampu menjawab tantangan zaman bahwa partai politik bukan calo bagi kandidat yang mau menggunakan haknya untuk dipilih sebagai pemimpin. Jika tidak, bukan tidak mungkin legitimasi partai politik sebagai pilar demokrasi teralienasi oleh menguatnya kepercayaan masyarakat pada calon independent.
Fungsi partai politik yang oleh Miriam Budiarjo dikategorikan dalam empat hal yaitu sebagai sarana komunikasi politik, sarana rekrutmen politik, sarana sosialisasi politik, dan sebagai pemberes konflik dengan demikian harus diupayakan sekuat pikiran dan tenaga sebagai bentuk upaya serius memperbaiki diri.
implikasi dari fungsi ini adalah kembali meneguhkan posisi partai politik sebagai pilar demokrasi dengan jalan konsolidasi kesadaran. Bukan dengan arogansi kekuatan yang hanya mengedepankan kekuasaan an sich. Kemajuan partai politik di masa depan akan terukur dengan seberapa besar pengabdiannya pada rakyat dan tentu saja parameternya adalah kepercayaan publik.
Reward and Punishment
Untuk menjawab berbagai problematika itu tentu obyektifnya kudu ada sistem yang seimbang. Mewacanakan deparpolisasi barangkali akan menjadi bola liar yang bisa menjadi senjata ampuh merusak tatanan yang sudah mapan. Tetapi membiarkan terjadinya kerancuan sistem yang berujung pada terpasungnya hakikat demokrasi hanya semakin mengukuhkan bahwa sesungguhnya demokrasi hanya menjadi alat legitimasi kekuasaan an sich. Jalan tengahnya tentu harus ada penghargaan (reward) and hukuman (punishment) bagi partai politik. Penghargaan bagi partai politik yang berhasil menjalankan fungsi eksistensinya dan memberikan sanksi radikal bagi partai politik yang gagal menjalankan amanat sebagai sarana rakyat untuk melangsungkan komunikasi, kaderisasi, ideologisasi, dan terutama sebagai penyelesai konflik. Bentuknya bisa beragam mulai dari tidak lagi memilih partai yang gagal dan secara rasional memilih partai yang berpihak pada rakyat kecil, kaum mustadz’afin, dan kalangan proletarian. sampai pada bentuk yang paling ekstrem menggunakan hak politik rakyat dengan cara mem’borgol’ legitimasi partai politik melalui suara golput. Dengan cara ini akan teruji secara sistemik, maukah partai politik mereformasi dirinya. Detik demi detik kita tunggu jawabannya.



*Direktur Program Banyu Putih Foundation

Jumat, 30 Mei 2008

PEMAKZULAN MUHAIMIN ISKANDAR; JALAN TERJAL PKB

Lukman Choz*


Suhu politik menjelang 2009 semakin panas, ditengah upaya konsolidasi partai-partai peserta pemilu untuk memperkuat basis dan memperlebar sayap konstituen. Partai Kebangkitan Bangsa justru membuat geger jagad ‘persilatan’ tanah air. Kontroversi pemakzulan Ketua Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar melalui mekanisme rapat gabungan dewan tanfidz dan dewan syuro menjadi ‘political hot isue’ yang paling banyak dibicarakan dari tingkat masyarakat desa di kampung-kampung sampai politisi-politisi kelas wahid apalagi didukung media massa nasional. Tentu pelbagai pertanyaan menjadi domain penting terutama tentang sah atau tidakkah proses hukum yang berlaku, begitu berbahayakah gerakan yang dilakukan Muhaimin Iskandar sampai peserta sidang merasa perlu untuk mendepak sang keponakan, atau apa sesungguhnya yang terjadi dibalik benang kusut kompetisi internal PKB.
Batal Demi Hukum
Pemecatan Muhaimin Iskandar dari kursi ketua umum dewan tanfidz DPP PKB memunculkan dua tafsir kepentingan, pertama bahwa dengan voting yang menghasilkan suara terbanyak (20) dari 30 peserta yang hadir dalam sidang sudah resmi melengserkan Muhaimin dari kursi ketua umum, kedua, bahwa keputusan mayoritas yang diambil dalam rapat gabungan dewan tanfidz dan dewan syuro itu ‘hanya’ meminta Muhaimin untuk mundur dari kursi ketua umum. Dua tafsir ini tentu memunculkan status hukum yang berbeda, yang pertama secara ekstrem membuat posisi ketua umum dewan tanfidz menjadi kosong dan secara otomatis Muhaimin hanya berkedudukan sebagai anggota, sedang yang kedua Muhaimin masih mempunyai hak untuk menjalankan roda organisasi sampai batas digelarnya Muktamar atau Muktamar Luar Biasa.
Dalam ART PKB pasal 22, ada klausul lowongan antar waktu personalia DPP bisa terjadi karena tiga hal, meninggal dunia, mengundurkan diri, dan diberhentikan. Tulisan ini secara fokus hanya membahas klausul mengundurkan diri yang menjadi topik utama pembicaraan. Kata mengundurkan diri seharusnya menjelaskan keputusan individu untuk menanggalkan jabatannya tanpa paksaan. Betul memang bahwa rapat gabungan dewan syuro dan tanfidz tidak secara lugas memaksa muhaimin, tetapi adanya opsi untuk memintanya mundur secara politis maupun psycologis membuat posisinya ‘gawat darurat’. Nah, disini obyektifitas AD/ART menjadi ‘ternodai’ karena kepentingan politik praktis. Dengan demikian keputusan sidang dan hasil-hasilnya yang memunculkan opsi meminta Muhaimin mundur menjadi batal demi hukum karena secara tidak sadar telah ‘merusak’ makna mengundurkan diri.
Pemakzulan ini tentu menjadi cacat hukum, bukan karena kuorum atau tidaknya peserta yang hadir tetapi opsi yang dimunculkan dan kemudian disepakati itulah yang sesungguhnya ‘tidak berlaku’ dalam mekanisme pengambilan keputusan untuk melengserkan jabatan ketua umum.
Politik Jalan Tengah
Tidak mudah memang untuk mempertemukan cara pandang di lingkungan partai berbasis masyarakat santri ini, politisi-politisi yang lahir di PKB bukan hanya mengerti aspek-aspek hukum melainkan lebih dalam merupakan jago-jago debat dalam arti yang sesungguhnya. Kalau dasar hukum yang dipakai oleh kalangan nasionalis jelas menggunakan hukum positif sebagai basis, PKB lebih unik karena rata-rata pengurusnya adalah orang-orang yang lihai menggunakan kaidah dasar hukum islam (ushul fiqh) sebagai istinbat (pengambilan keputusan) hukum. Tetapi tentu bukan itu yang membuat titik temu sulit didapat, melainkan peta konflik yang jauh lebih rumit dari AD/ART. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kompetisi Muhaimin dan Yeni untuk berprestasi di PKB memunculkan friksi di internal partai. Sebagai konsekuensinya Gus Dur yang menjadi tokoh sentral simbol pemersatu partai menjadi rebutan meski pada saat yang lain sekaligus menjadi pemecah belah faksinya sendiri.
Disinilah soliditas PKB diuji, apakah menggunakan akal sehat dengan cara tabayun sebagaimana tradisinya selama ini atau meninggalkan cara itu dengan melanjutkan kontroversi yang sulit dimengerti dengan nalar. Meski, juga tidak sepenuhnya salah plesetan salah seorang teman yang angkat bicara bahwa AD/ART PKB hanya berisi tiga pasal, pertama AD/ART PKB adalah Gus Dur, Pasal kedua, apa yang diucapkan Gus Dur adalah benar, Pasal Ketiga, jika Gus Dur salah lihat pasal dua.
Sistem politik patron-client yang ditumbuh suburkan di PKB jelas membawa ‘angin’ bagi setiap kebijakan yang diambil, posisi Gus Dur sebagai figur tunggal punya pengaruh besar bagi setiap sikap dan kebijakan partai, terkadang ini melahirkan otoritas tunggal yang pada waktu tertentu isu bisa menjadi fakta hukum karena distorsi dan pembelokan peristiwa.
Apapun bentuknya konflik tentu melahirkan perpecahan, sementara pemilu 2009 sudah didepan mata, jika saja ideologi kebangsaan, keislaman, dan kemanusiaan PKB masih dijunjung tinggi sebagai sebuah tujuan maka jalan tengah untuk menyelesaikan masalah ini tentu masih terbuka lebar, jalan semakin terjal yang pasti bukan kerikil tajam yang ditunggu masyarakat bukan?.






* Pemerhati masalah sosial po

GOYANG OBAMA

Hampir semua berita koran tertanggal 27 Februari 2008 memberitakan foto Obama memakai sorban putih di kepala dan balutan sarung putih di tubuhnya, foto tradisional ala kenya ini tentu saja bikin heboh jagad politik Amerika mengingat semakin dekatnya pertarungan krusial di dua negara bagian yang berpengaruh besar terhadap capaian delegasi antara Obama dan Hillary yaitu Texas dan Ohio. Di dua negara bagian ini keduanya harus bertarung habis-habisan untuk meneguhkan kemenangan, Texas menyediakan 193 delegasi dan Ohio 141 delegasi. Sementara perolehan Obama unggul 1.351 delegasi sedang Hillary dibawahnya dengan selisih 89 delegasi. Untuk mengamankan kemenangan salah seorang diantara mereka harus meraih setidaknya 2.025 dari 4.049 delegasi Partai Demokrat pada konvensi 25-28 Agustus mendatang.
Melihat peta kekuatan masing-masing pihak, tentu satu sama lain harus beradu strategi. Selisih kemenangan tipis dipihak Obama mengundang perang urat syaraf lebih dasyat dipihak Hillary, menurut beberapa poling Obama lebih diunggulkan baik sebelum munculnya foto itu maupun setelah beredar luas, kita lihat misalnya polling yang diadakan oleh lembaga kajian ilmiah Decition Analyst (DA) sebelum peredaran foto obama memakai sorban, Obama unggul di Texas dengan 57 persen sedangkan hillary hanya 43 persen dan poling terbaru oleh CBS News dan New York Times Obama memenangkan 16 poin diatas Hillary di Ohio dan bahkan diseluruh negara bagian Obama meraih 54 persen dan Hillary hanya 38 persen suara. Meski demikian segalanya bisa berubah mengingat 4 maret masih 4 hari lagi, isu Obama adalah seorang muslim bisa saja mengubah persepsi masyarakat amerika tentang berbagai kekhawatiran yang ada dibenak mereka tentang sosok Obama.
Tulisan ini tidak berpretensi melihat faktor kalah atau menangnya kandidat, tetapi lebih mengarah ke sosok Obama yang terlahir dari keluarga yang ‘biasa-biasa saja’, dibesarkan dengan cara jauh dari kata mewah dan kini sosok itu menjadi ikon harapan bukan hanya oleh masyarakat Amerika tetapi juga seantero dunia. Kehadiran Obama dalam konstelasi pemilihan presiden Amerika setidaknya menjadi angin segar bagi setiap insan yang percaya bahwa demokrasi bukan hanya milik ‘the have’ tetapi bisa menjadi jalan bagi siapapun yang punya ide brilian untuk mengusung perubahan yang konstruktif, sosoknya sebagai orang kulit hitam dan simbol minoritas tanpa diduga sekarang menjadi politisi hebat yang tutur bahasanya selalu filosofis.
Wajah Baru Amerika
Jika boleh berandai-andai Obama memenangkan pemilu dan menjadi presiden Amerika menggantikan George W Bush setidaknya ada dua hal yang akan berubah dari negara yang bertahun-tahun menjadi polisi dunia dengan ribuan ungkapan antagonis dari setiap telinga penduduk bumi yang mendengar kata-kata Amerika. Pertama, persepsi masyarakat dunia tentang Amerika sebagai negara yang dikuasai oleh dinasti politik akan runtuh ketika Obama naik menjadi presiden berbeda jauh ketika yang jadi adalah Hillary maka Amerika akan dipimpin oleh dua keluarga dalam dua dekade yaitu Bush, Clinton, Bush, Clinton, bertahun-tahun kursi presiden Amerika hampir tak meninggalkan jejak dari penguasaan dinasti politik yang menguasai gedung putih. Dengan munculnya Obama dipanggung presiden, akan muncul demokrasi dengan wajah baru yaitu wajah santun dan ramah dari seorang biasa yang tidak biasa, latar belakang Obama yang tidak ningrat berbeda dengan Bush, Mc Cain, Huckabee dan Hillary yang dibesarkan oleh keluarga yang sudah mapan politik. Ciri khas kesederhanaan inilah yang sekaligus menjadi kekuatan bagi Obama untuk dapat diterima oleh kalangan berlatar belakang apapun. Kedua, ideologi anti perang yang diusung Obama semakin memantapkan langkah maju Amerika untuk menjadi poros kemanusiaan, berbeda dengan kandidat-kandidat lain seperti Mc Cain, Huckabee, dan Hillary yang mempertahanankan aksi pendudukan di Irak, Obama justru mengumandankan ideologi anti perang dan apapun yang berbau kekerasan. Tentu langkah ini sebangun dengan cita-cita masyarakat Amerika (majority) dan penduduk dunia untuk mempertahanankan perdamaian abadi. Banyak hal yang akan terkikis dengan sendirinya dari apa yang dikategorikan sebagai fundamentalisme, radikalisme dan terorisme jika kesejahteraan sosial menjadi tolok ukur kemandirian suatu bangsa dan dapat mengalir ke penjuru dunia dari negara adidaya (superpower) dalam konteks pendekatan militer menjadi negara yang sungguh-sungguh memperjuangkan pengentasan kemiskinan sedunia. Saya teringat suatu ketika saya pernah bertanya pada senator amerika Jims Dormurt dan dibenarkan oleh Louis Cape kalau selama ini APBN amerika setengahnya adalah untuk pertahanan dan setengah dari anggaran pertahanan itu untuk perang, maka jalan baru yang diretas Obama tentu sangat besar artinya bagi era kebangkitan kaum proletarian melalui aspek pemberdayaan.
Harapan Semu?
Melihat peta persaingan kandidat di Partai Demokrat, bukan tidak mungkin Obama dapat lolos menjadi kandidat yang diusung melawan kubu Republik, tetapi tentu jalan tidak hanya panjang dan melelahkan tetapi sekaligus terjal. Salah strategi bisa berujung masuk jurang kekalahan. Masih segar dalam ingatan kita ketika dalam pemilu presiden tahun 2004 Bush junior unggul tipis dari pesaingnya dari Demokrat John Kerry, dalam beberapa hal pemilu 2008 memang berbeda dari sebelumnya, gegap gempita media seolah menyuguhkan kursi presiden hanya perebutan dari Obama dan Hillary mengingat merosotnya popularitas dan kekalahan Republik dalam pemilu dewan, tetapi segalanya bisa terjadi dalam peta kompetisi ini, dan selanjutnya masyarakat Amerika akan menentukan sebuah harapan yang ditunggu-tunggu apakah akan kandas persis seperti Kerry pada waktu itu atau justru harapan itu menjadi nyata dengan munculnya ‘the black horse’ yang dalam pidatonya di wisconsin menyebutkan: “bahwa sebuah perubahan itu tidak bisa hanya kita percayakan pada orang-orang yang dianggap luar biasa, karena terbukti Amerika Serikat hari ini menjadi sebuah negeri yang paling dibenci akibat kebijakan-kebijakan buruknya, tetapi perubahan dapat dilakukan oleh orang-orang biasa, bahkan seperti saya sekalipun”. Slogan Change We Can Believe In bahkan telah menjadi sihir dasyat bagi upaya seorang yang dalam hidupnya ‘terjebak’ dalam multikulturalisme dan kemudian mampu keluar dari sekat-sekat sosial, budaya, dan politik melalui perjuangan panjang sebagai manusia biasa yang mendobrak kemapanan politik di negeri yang sudah ‘mapan’ sistem politiknya, Orang biasa yang tidak biasa bukan?.